Bekas Berkelas
Dulu sederhana saja. Baju robek, ya dijahit. Celana kepanjangan, bawa ke tukang permak. Ritsleting macet, ganti kepala ritsletingnya.
Jurnalis. Penulis. Penggerak Ekosistem Media.
"Saya percaya bahwa percakapan yang baik dapat mengubah cara kita melihat kehidupan. Jurnalisme, menulis, dan komunitas adalah jalan yang saya pilih untuk merawat percakapan itu."
Nama saya I Nyoman Sukadana, meski banyak orang mengenal saya sebagai Menot Sukadana (lahir di Denpasar, 1977). Saya tumbuh dalam lingkungan yang mengajarkan pentingnya mendengar, belajar, dan menghargai perbedaan.
Saya percaya bahwa kehidupan bergerak melalui percakapan. Sebagian percakapan terjadi di ruang redaksi, di warung kopi, dan sebagian lagi hadir dalam keheningan ketika kita mencoba memahami diri sendiri.
Website ini adalah rumah bagi catatan, gagasan, dan perjalanan yang saya tempuh. Tempat saya menyimpan jejak percakapan, merawat refleksi, dan berbagi pengalaman yang mungkin berguna bagi orang lain.
Perjalanan intelektual saya ditempa di Fakultas Hukum Universitas Udayana. Pada masa Reformasi 1998, saya aktif dalam gerakan mahasiswa dan pernah dipercaya sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Hukum (BPM FH) Universitas Udayana serta Wakil Presiden BEM Universitas Udayana.
Pengalaman tersebut membentuk keyakinan bahwa suara publik adalah amanah yang harus dijaga. Dari sanalah ketertarikan saya pada dunia jurnalistik tumbuh dan menemukan jalannya.
Jejak profesional saya bermula dari pekerjaan sebagai reporter lapangan. Seiring waktu, saya mengemban berbagai tanggung jawab di ruang redaksi, mulai dari Redaktur Politik, Koordinator Liputan, hingga Redaktur Pelaksana di sejumlah media di Bali.
Saya memasuki dunia jurnalistik ketika berita masih diketik, dicetak, dan harus menunggu esok pagi untuk sampai ke tangan pembaca. Kini, informasi bergerak dalam hitungan detik melalui layar telepon genggam.
Di luar dunia media, saya aktif dalam berbagai organisasi sosial, profesi, dan literasi selama hampir tiga dekade. Keterlibatan tersebut merupakan bagian dari upaya merawat ruang partisipasi warga sekaligus memperkuat ekosistem masyarakat sipil.
Saya turut terlibat dalam lahir dan berkembangnya sejumlah organisasi profesi media, di antaranya Asosiasi Media Online (AMO) Bali, Paiketan Wartawan Hindu (Pandu), Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Bali, dan Beranda Netizen.
Banyak gagasan yang lahir bukan dari ruang rapat, melainkan dari meja kopi. Dari obrolan santai dengan wartawan muda, aktivis, pelaku usaha, seniman, akademisi, maupun warga biasa yang memiliki cerita dan pengalaman hidup yang berharga. Karena itu, hingga hari ini saya masih percaya bahwa mendengar adalah bagian penting dari jurnalisme.
Dalam satu dekade terakhir, saya mengembangkan Podium Ecosystem (POST), sebuah ekosistem yang memadukan media, komunikasi, kreativitas, gaya hidup, dan ruang komunitas. Bagi saya, media lokal tidak cukup hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga harus menjadi ruang percakapan yang sehat, tempat gagasan bertemu, dan wadah tumbuhnya kesadaran publik.
Di sela aktivitas mengelola media dan berbagai kegiatan komunitas, saya tetap menulis. Banyak tulisan lahir dari percakapan sehari-hari, pengalaman lapangan, serta pengamatan terhadap hal-hal sederhana yang sering luput dari perhatian. Gagasan-gagasan tersebut hadir melalui rubrik Jeda, sebuah ruang refleksi yang kemudian berkembang menjadi buku JEDA: Catatan Renungan Seorang Jurnalis.
Bagi saya, menulis bukan untuk tampil sebagai orang yang paling tahu. Menulis adalah cara berbagi pengalaman hidup, agar setiap orang dapat menemukan makna dan jalannya sendiri. Pekerjaan terpenting seorang jurnalis bukanlah menjadi orang pertama yang berbicara, melainkan menjadi orang yang bersedia mendengar dengan sungguh-sungguh. Karena pada akhirnya, jurnalisme adalah cara memahami kehidupan.
"Kadang hidup tidak meminta kita berlari lebih cepat. Hidup hanya meminta kita berhenti sejenak untuk melihatnya dengan lebih jernih."
Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, tidak semua hal harus disikapi dengan tergesa-gesa. Jeda lahir dari keyakinan sederhana bahwa setiap orang membutuhkan ruang untuk berhenti sejenak, mendengar kembali suara hati, dan memahami peristiwa dengan lebih tenang. Tulisan-tulisan dalam kanal ini disinkronisasikan langsung dari kolom Jeda PodiumNews.com.
Dulu sederhana saja. Baju robek, ya dijahit. Celana kepanjangan, bawa ke tukang permak. Ritsleting macet, ganti kepala ritsletingnya.
GEDUNG megah mulai dirancang. Karpet merah dibentangkan. Angka investasi ratusan triliun dipajang gagah di media.
Apalagi saat getir. Di Jerman, ada istilah schadenfreude. Menertawakan kemalangan. Di sini, tak perlu istilah rumit. Sebut saja: kebiasaan.
KALAU ditanya apakah saya yakin Podium Ecosystem akan berhasil, jawabannya mungkin tidak seratus persen. Saya melihat peluangnya, tetapi juga melih...
Isinya itu-itu lagi. Macet parah dari Denpasar menuju Canggu. Sunset Road juga begitu. Sampah plastik menumpuk di pantai. Ulah sejumlah warga asing...
Buku ini merupakan kumpulan refleksi tentang kehidupan, profesi, kemanusiaan, dan berbagai peristiwa yang ditemui sepanjang perjalanan jurnalistik. Melalui bahasa yang ringan dan dekat dengan pengalaman sehari-hari, pembaca diajak melihat bahwa makna sering kali hadir dari hal-hal yang tampak biasa. Buku ini bukan tentang mengajarkan kehidupan, melainkan tentang berbagi pengalaman dalam menjalaninya.
"Because every journey leaves a lesson. And every lesson is worth sharing."Pesan Buku
Memadukan media, konsultasi komunikasi, gaya hidup, dan ruang komunitas.
Media lokal yang mengedepankan jurnalisme reflektif dan kredibel, serta dekat dengan kehidupan masyarakat Bali.
Kunjungi Situs →
Media gaya hidup yang memadukan dinamika kehidupan modern dengan kekayaan budaya Bali yang terus berkembang.
Kunjungi Situs →
Ruang kolaborasi yang bergerak di bidang strategi komunikasi, pengembangan media, penguatan merek, serta konsultasi digital.
Info Selengkapnya →
Sebuah ruang temu sederhana tempat ide bertemu percakapan, sekaligus membuka kemungkinan lahirnya kolaborasi dan gagasan baru.
Lokasi Kedai →Terima kasih telah berkunjung. Apabila Anda ingin berdiskusi, berkolaborasi, mengundang saya sebagai pembicara, berkonsultasi mengenai media dan komunikasi, atau sekadar menyapa, silakan menghubungi melalui formulir di bawah ini. Saya percaya banyak hal baik berawal dari sebuah percakapan.